Laman

Selasa, 27 Oktober 2020

Perjalanan Rasa

loc : Pulau Berhala, Kab. Lingga Prov.Kepulauan Riau
 

Aku percaya, bahwa inti dari rasa adalah hati. kompas hidup terbaik yang Allah berikan kepada manusia. ia bisa hidup, menyala, bergemuruh, mengiba, mengeluh bahkan mati.ahh namanya juga hati, kadang pas kadang berbatas. mungkin saat itu, jarum kompasnya  hati  lagi butuh oli... ahay sejak kapan kompas beroli? mungkin kamu lupa ada pemilik hati. Ia Dzat yang hak kepemilikannya tak terganti, Ego hawaku  yang ingin merajai. Astaghfirullah kepada yang membolakkan hati, balikkan hati kami untuk taat pada Dien ini.

Senin, 02 September 2019

Forest Talk Netizen Jambi


  Sabtu, 31 Agustus 2019

 Actually, blog Saya belum pernah posting review materi apapun sebelumnya. Lebih sering tulisan untuk dinikmati sendiri sebagai reminder.  Menulis juga merupakan leisure  acts yang oke biar waktunya lebih bermanfaat. 

Awalnya Saya tidak menyangka bisa masuk sebagai daftar peserta Forest Talk with Netizen.  Saat dapat konfirm email puji syukur atas kesempatan yang diberi. Profesi  sebagai guru  di Sekolah Alam Al Fath Jambi membuka ruang seluas-luasnya bagi fasilitator untuk belajar. Terlebih acara ini conneted banget dengan kondisi sekarang. Jambi darurat asap !!!

Kali ini postingan Saya sedikit berbeda lah ya, biasanya soal hati doang ;-) (maeppkennnn). Saya akan menulis kesan personal yang Saya dapatkan ikut kegaitan ini. Beruntungnya, Kota Jambi tak seberapa ramai pagi itu dan lokasi mudah dijangkau. Operasi Patuh Lodaya 2019 oleh jajaran Polantas yang membuat sedikit khawatir mengingat jalur yang akan Saya lalui termasuk titik operasi. Alhamdulillah, Hakuna matata... bisa sampai lokasi di Injury time 08.25 :-). 

Yayasan Dr. Sjahrir
 Setiap Sabtu, Saya ada agenda kumpul buat diskusi dengan teman-teman di kecamatan dengan berbagai latar profesi yang berbeda sekitar 8-10 orang jika semua hadir. Kumpul rutin ini bagai candu buat Saya, karena ada banyak topik hangat yang kita bahas. dan Saya sedang berkumpul saat dapat email sebagai peserta acara. Sehingga Saya minta izin pekan berikut untuk ikut acara forest Talk with Netizen. Salah satu teman nanya, siapa yang ngadain? LSM jawab singkat Saya (gak tau aslinya).

Dr Sjahrir adalah ekonom Indoensia di zaman orde baru. Selain itu dunia politik dan akademik juga beliau geluti. Yayasan Dr.Sjahrir didirikan untuk mengingat dedikasi beliau. Yayasan ini konsen terhadap pendidikan, kesehatan dan lingkungan (bisa baca di wikipedia).

Perubahan Iklim 
Climate exchange menjadi issue global saat ini. Terlebih Indonesia sebagai negara yang katanya paru-paru dunia. Tentu acara ini menjadi trending topic yang tak pernah habis dibahas. Paparan   Bu Amanda Katili Niode  membuka mind set Saya tentang perubahan iklim selama ini. Sebagai warga Jambi, tahun 2015 Saya merasakan sendiri bagaimana berbulan-bulan menghirup udara kotor. berhari-hari sekolah diliburkan. Setiap malam mantengin grup whatsapp, menanti info dari pemerintah tentang ISPU dan sekolah yang dioffkan.  

Dari mana emisi berasal ? 
Dari paparan Bu Amanda Saya tertarik dengan topik ini. Di negara berkembang ternyata menyumbang CO2 di atmosfer hingga 61,6%. Pantastis bukan...? dan Indonesia salah satu suplaier GRK (gas rumah kaca) ini dengan seringnya karhutla di musim kemarau. Syeddddih ya....katanya paru dunia.. ;-(. 
Dari banyak paparan pemateri, kesimpulan yang bisa diambil, hampir seluruh kerugian akibat perubahan iklim sumbernya adalah aktifitas manusia. Kerugian pangan, bencana air, masalah kesehatan dan infrastruktur disebabkan aktifitas manusia yang merusak alam.  Tindakan preventif  yang dapat dilakukan adalah upaya untuk mnegurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (mitigasi). 

Pemateri kedua, Ibu Murni Titi Resdiana , tentang  Pohon dan Ekonomi Kreatif.  Menarik sekali saat materi ini dipaparkan. Bu Titi yang cerdas menjelaskannya dengan lugas. Dukungan terhadap produksi hasil hutan non kayu solusi dari perubahan iklim akibat dari kebakaran hutan lahan.

Saya jadi merefleksi diri, begitu dekat peran Saya sebagai pendidik terhadap maslah perubahan iklim ini. Lantas, mengapa belum banyak yang Saya lakukan sampai saat ini? bukankah Saya ingi di bumi lebih lama, masih ingin bumi ini tetap "hidup".... ahhhh langkah ini harus segera dimulai.

Dedikasi awal ini semoga bermanfaat. Selamat menulis......


Forest Talk with Bloggershttps://biruasaku.blogspot.com/2019/09/forest-talk-netizen-jambi.html

Rabu, 28 Agustus 2019

When I have to learn...





Lok : Danau Lingkat. Lempur , Kerinci


Acapkali semangat dijadikan pemantik saat kita memilih aktifitas tertentu. Kadang diawal ia meletup tak jarang ia  hilang dan terhenti ditengah. Saat ia hilang, kita sedang kehilangan. Kehilangan alasan untuk melanjutkan. Gagal memaknai apa yang harusnya kita capai dari episode yang kita perankan.

Kesinambungan itu adalah nyawa bagi yang hidup. ia menjadi pembuktian eksistensi ada. Permulaan memang penting, tapi melanjutkan jauh lebih penting dari apa yang sudah dimulai. Buat kita yang sedang menuntut ilmu, mengembangkan profesi, menekuni hobi dan keahlian, berbisnis dan menjalani peran di berbagai bidang pilihan.  Fitrah perjalanan manusia seperti komponen mesin yang butuh maintaining. Kadang haus suntikan semangat, lelah yang menyandera dan suasana lainnya merupakan rolling keadaan di atas satuan waktu yang datang silih berganti dari hari ke hari. Temukan alasan sebab kita harus terus melanjutkan apa yang sudah kita mulai. Sometimes I win, sometime I learn…..

Jumat, 05 Juli 2019

C H A N G E S

Sunrise Bumi Berhala

                                                         Sunset view
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar, Kami berlindung kepada tuhannya manusia, Raja manusia dan sesembahannya manusia.  Dalam pergantian waktu, seluruh kerajaan langit dan bumi itu dirajai oleh Nya, tiada sekutu bagi Nya. Di atas  fitrah Islam dan agama Nabi kami, Muhammad SAW, ajaran Bapak kami, Ibrahim As.

Perbedaan antar tempat dan luasNya bumi yang Allah ciptakan menjadi sebab orang melakukan Safar . Kali ini berkesempatan mengunjungi sebuah pulau di  Kepri yang cukup jauh dari  kota.  4 jam perjalanan darat  dan 3 jam dengan moda laut.  Kami memilih moda pompong sebagai transport air menuju lokasi. Awalnya speedboat untuk memotong durasi perjalanan. Jumlah orang yang maju mundur syannntiiik akhirnya diputuskan pompong  transport terbaik.

Lagi kami belajar saat safar. Mengatur jadwal melaut tentu tak seperti kita mengatur jadwal pergi sekolah agar tidak terkena macet. Kami harus menunggu waktu yang tepat saat pasang naik agar perahu dapat berlayar. Dan lihatlah, rencana awal melihat matahari terbenam di pantai, kami menikmatinya di atas pompong tepat di tengah laut biru. Bagi pengguna  kendaraan ini, tentu tak spesial rasanya. Dari kami ber-15 orang, 3 jam berlayar dengan kapal terbuka pengalaman pertama.  Ditambah dengan view sunset yang Masya Allah rasanya. Begitu kecilnya terasa dari penciptaan semesta. Dzikir sore yang kami lafazdkan sore itu, rasanya begitu masuk ke hati. Mata boleh takjub, namun hati sebenarnya basah. Di atas pompong  berlayar terombang ambing di laut, terlihat jelas kebesaran Mu. Batas kami hanya mata memandang, dibalik laut itu BumiMu masih ada. Bagaimana jika ini adalah akhir, bagaimana klo tak lagi melihat daratan, dan kami terdampar tak bisa pulang. Hanya bisa pasrah, di tengah ombak yang ditebas, golden hour yang kunikmati dan jiwa yang begitu rapuh. Dalam lirih rintih, Ini waktu yang mustajab untuk berdoa.
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal".

#tadabbur#tafakur








Sabtu, 20 Agustus 2016

Pada senja kuceritakan

Hari ini, biarkan hati bercerita kepada senja, bahwa alamat setiap rasa adalah kebahagiaan dan kesedihan. Tak peduli sesederhana apapun itu, tak peduli serumit apapun itu. Walaupun kesedihan mencuri waktu lebih lama dari pada kebahagiaan. Tak heran jika banyak manusia yang ternggelam dalam kesedihannya. Padahal , kebahagian atau kesedihan itu hanyalah selintas rasa yang sekian waktu akan segera berubah menjadi kenangan. Adakalanya kenangan pahit yang menyengsarakan lebih bernilai daripada kenangan manis yang membahagiakan.
Maka, jika boleh menunjuk, sebenar-benarnya rasa adalah rasa yang dirasakan  pada masa setelah mati. Disanalah sebenar-benarnya kebahagiaan dirasakan dan sebenar-benarnya kesedihan ditemukan. Tak lagi selintas, tak lagi selintas dengan begitu cepat. Bahkan ada yang tak merasakan kebahagiaan secuilpun atau kesedihan barang setetes. Benar-benar sejati.

Di senja kali ini, biarkan langit yang membawa kabar, bahwa awalan selalu disempurnakan dengan sebuah akhiran. Dan tentu saja ada jeda yang menjembataninya. Idealnya ketiga hal  dijalankan dengan penuh kebaikan. Jika tidak, pastikan  berakhir dengan kebaikan. Sebagaimana hidup manusia harus disempurnakan dengan kematian. Tak salah jika keutamaan hidup adalah memastikan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Karenanya, kita tidak boleh berlama-lama dalam keburukan dan kemaksiatan.


Di penantian tenggelamnya matahari ini, biarkan rumput menari diriak aliran sungai, bergoyang didesau angin tepi sungai belakang rumahku, menangis diinjaki kaki atau menghilang perlahan ditelan kerbau-kerbau gembalaan. Tak usah didiamkan, dia akan mati dengan sendiriya. Selayaknya hidup dan kehidupan, tak usah khawatir dengan segala ujian. Tak perlu takut dengan cobaan yang beragam rupa. Kecil atau besar, yang hidup pasti akan mati bukan. Terima saja. Jalani saja dengan sebijak mungkin, dan beri makna dalam tiap episodnya. Agar bisa meninggalkan kemanfaatan. Agar bisa berjejak dalam ketiadaan. Jelang senyap  gelap ini, mari dengarkan harmoni kehidupan dengan syahdu. Setiap orang punya irama masing-masing, kadang sama, tak jarang berbeda. #ujungnya tak nampak namun akhirnya ada #catatan menata hati

Sabtu, 30 Juli 2016

Super Provokatif...

Motivasi itu seperti mandi
Bila ingin selalu termotivasi maka rajinlah mandi (heheh..)

Terkenang pesan singkat senior kuliah sewaktu di kampus dulu. Entah di mana letak hubungannya. Aku sendiri menyukai redaksinya karena sangat provokatif. Ia seperti bara yang membuat amal terasa hidup dan menyala. Motivasi dan optimis; rasanya 2 hal ini memiliki sebab akibat. Keduanya berbanding lurus. Seperti halnya usaha= hasil. Hmmmm, kembali teringat pesan singkat sang guru kehidupan dalam majelis pekanan...

tetaplah kokoh meski tak mudah
tetaplah tersenyum meski tak indah
teruslah berharap meski fakta nampak payah
tetaplah  tenang meski alam semakin goyah
dan ...
tetaplah semangat karena tak akan pernah ada yang bisa memastikan hidup ini tanpa masalah.
berharap dan bergantunglah kepada Allah Azza wajalla karena Dia tak kan pernah buat
hatimu kecewa dan terluka.

#energi yang harus selalu ada bernama semangat
#optimis itu harusnya tidak boleh terkikis walau selapis

Jumat, 06 Mei 2016

Perjalanan...

Banyak hujjah dan kisah mengenai perjalanan. Kita menikmatinya dalam banyak sebutan dan sebab. Ada yang karena menuntut ilmu, mencari rizki, mendampingi suami/istri, tugas kantor atau karena liburan bahkan mungkin pelarian (kabur). Bukan karena alasannya, tapi bagaimana kita mengambil hikmah setiap jengkal dari kilometer yang kita lewati sebagai pelajaran. Tentang kebesaran Allah, sejarah, energi silaturahim, keberkahan usia, teknologi, visi dan obsesi. tidaklah sama antara orang-orang yang berdiam diri di negerinya dengan orang-orang yang membagi usianya dengan mengunjungi banyak tempat. #catatan mengunjungi Geopark-Merangin

Jumat, 25 Maret 2016

Menyapa Maret...

huahhhhhh.... lama nggak buka blog. Alhamdulillah, akun baru pulih, setelah beberapa bulan "sakit". Tidak terasa saja, Maret 2016 sebentar lagi berakhir. Genap sudah seperempat tahun terlewati. Banyak peristiwa yang sudah terjadi dalam kurun waktu itu. Mengawalinya dengan perjalanan ke Sumbar di akhir tahun kemarin, cukuplah sebagai awalan langkah-langkah panjang  ke depan. Perjalanan ini akan jauh, namun kudu aku tempuh. Melist resolusi-resolui 2016 yang harus tercapai dan evaluasi target-target tahun lalu yang belum terealisasi. huhaaaaam,.... rasanya amat banyak nikmat yang kudustakan. Allah begitu baik pada hambanya, hingga detik aku menulis postingan ini. Alhamdlillah ya Allah, apreseasi Engkau terhadap makhluknya dengan memberi kami nikmat tak berbatas, sepatutnya kesyukuran itu kami baktikan kepadaMu.

Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru....

Sepenggal kisah  dari musyrif Jambi; Ustadz H. Raden Suryadi. Terlepas kevalidannya, amat menarik disimak. Sudahkah menjadi guru yang benar; sadar pintar dan mengajar dengan sabar atau belum. 

Seorang guru bahasa arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah . Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester ini . Ia memulai pembelajaran dikelas itu , ketika ia bertanya pada seorang murid laki2 yang duduk di bangku depan , ia bingung karena tiba2 suasana kelas menjadi riuh ... murid2 lain tertawa tanpa sebab . Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar , ia faham betul , pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh2 anak2 dikelas itu pada diri anak laki2 yang ditanya olehnya tadi .Setelah diselidiki ternyata anak laki2 itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelas itu ... teman2 nya begitu meremehkan nya sehingga sering mengolok2 dan mentertawakannya .Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman2 nya pulang , ia berkata sambil memberikan secarik kertas : " hafalkan baik2 bait2 syair yang ada di kertas ini ... harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman2 mu ... siapapun !" . Murid itu mengangguk patuh .
Seminggu kemudian , guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis .. menerangkannya dan membacakannya berulang2 , setelah itu ia berkata ; " nah sekarang siapa yang hafal bait2 syair ini ?? " tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis ... tak seorang muridpun mengangkat tangan ... kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman2 nya itu , perlahan malu2 ia berdiri dan menghafalkan bait2 syair itu ... hafalan yang lancar sekali ... teman2 nya yang biasa mengolok2 dan mentertawakan,semua terkejut dan terdiam ... Guru itu memujinya dan menyuruh teman2 nya untuk bertepuk tangan menghormatinya ...
Demikianlah .... berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan2 kepada simurid bodoh itu ... tertawaan dan cemoohan teman2nya kini berubah menjadi kekaguman padanya . Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu . Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh ... ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman2 sekelasnya .. perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh2 belajar di semua mata pelajaran .
Ketika ujian akhir tiba ... murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran ... dengan nilai yang sangat memuaskan ... si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya. Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya ... sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa2 nya ....

Saudaraku ... manusia yang mempergauli kita ada 2 jenisnya ...
yang 1 jenis manusia yang membuka jalan kebaikan menutup jalan keburukan ...manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme , menolong , melapangkan dst dst ....
Yang ke 2 jenis manusia yang membuka jalan keburukan menutup jalan kebaikan ... manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita2 dari kita ... ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui ... pesimisme ... putus asa ... dst dst ....
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya ....nafa'ani wa iyyakum ....Selamat hari guru

Selasa, 24 November 2015

Pelik...


Udara dingin menusuk terasa hingga  ke sum tulang. Sejak akhir Oktober,  Jambi terus diguyur hujan setiap harinya. Alhamdulillah, udara makin segar, langit biru dan aktifitas KBM Sekolah Alam kembali lancar setelah 3 bulan lebih diselimuti kabut asap. Samar  terdengar derit pintu kamar sebelah  dibuka, berikutnya  suara listrik dihidupkan. “Oh, Nenek terbangun untuk buang air “ gumamku. Kulirik jam di HP jadulku, 03.40  WIB. Segera aku bangkit, meskipun  kantuk masih menggantung. Ku ambil air minum dari  atas rak yang sudah kusiapkan sebelum tertidur semalam. Sadarku kembali, kulangkahkan kaki untuk membersihkan diri dan ingin mengadu  kepada pemilik kehidupan. 

Takbirku  disambut hening malam. Mengadu  yang Maha Sudi mendengarkan, meminta kepada yang Maha Memberi, menyerahkan  kelemahan diri kepada yang Maha Kuat dan mengiba kepada  yang Maha selalu Empati. Bapak, Mamak, Kakang, ayuk dan adikku. Moga Allah limpahkan kebaikan selalu bersama mereka. Sebagai, madrasah pertamaku; keluarga  adalah rumah tempatku akan kembali. Susah dan senang, mereka selalu ada menemani. Guru-guru kehidupan yang selalu menginspirasi, menempa diri untuk selalu kuat dan tegar  dalam banyak kondisi.  Siswa-siswa SA Al Fath yang membuatku selalu terus belajar tiada henti, jadikan mereka generasi qur’ani ya Robb, generasi pemimpin negeri yang taat dan bijak kelak nantinya. Jadikan kesabaran seluas samudra kehidupan-Mu , hingga kelak persaksian mereka, kuraih RidhoMu. Kuserahkan masa depanku atas kehendakMu. Kuintip pun tak mampu, karenanya aku percaya bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik.Kuatkan hati ini untuk terus berdiri di depan kelas, membuka jendela cakrawala kehidupanMu bersama anak-anak. Jadikan aku pemenang dari setiap perlombaan yang Engkau bentangkan. Seberat apapun amanah ini, aku tahu Engkau akan selalu menguatkan. Sesungguhnya doa-doa kami Engkau genggam, dan akan melepaskannya satu persatu. Dengan semangat merah tintaku, kutorehkan cita-cita ini, kiranya Engkau kabulkan satu persatu. aamiinn

Jumat, 20 November 2015

Hujan dan KeberkahanNya

Anak-anak berlarian dengan gembiranya. Tak hirau basah kuyub dan teriakan Ustadz agar masuk kelas  dan melanjutkan pelajaran. Amat gembiranya bisa bermain hujan yang beberapa penelitian menyebutkan imun anak akan kuat saat bisa menikmati hujan secara langsung. Melihat mereka seperti menonton kembali episode masa kecilku. Kala hujan turun, berlarian sepanjang jalan dan trotoar untuk bermain air  hujan yang mengalir sambil bermain kapal-kapalan, diambil dari  potongan-potongan kayu yang hanyut atau mandi di pancuran atap rumah dan menganggapnya seperti air terjun. Hujan adalah waktu yang ditunggu siswa Sekolah Alam untuk bermain air tanpa khawatir dimarahi guru karena prilaku  tidak hemat energi. Bayangkan, bisa bermain air sepuasnya tanpa takut rekening PDAM membengkak,, Tentu itu sangat ditunggu mereka. "gratis kok, Bu" boleh ya...? rayu mereka. Guru tidak melarang dengan catatan tidak sedang flue dan membawa pakaian ganti. Wahh, jangan ditanya, hampir setiap hari isi tas mereka penuh dan berat  karena membawa pakaian. 
Hujan selalu membawa  cerita sendiri bagi anak-anak dan aku. Sungguh, ada bahagia sendiri ketika bermain hujan-hujannan. Teorinya sendiri kudapatkan setelah dewasa, anak yang sering bermain hujan, tubuhnya akn membentuk kekebalan sendiri saat melawan sakit. Dan itu aku alami, Alhamdulillah, aku jarang sakit. Cerita lain adalah keceriaan berhujan-hujanan. 
Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat, tidak hanya manusia, tapi hampir semua makhluk.
"Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9)"
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).”
(QS: Az-Zukhruf : 11)

Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat diperlukan oleh seluruh makhluk. Allah pula menurunkan hujan agar banyak orang mendapat kegembiraan setelah bertahun-tahun hamper putus asa menunggu. Karena itu, al-Quran menyebut hujan sebagai rahmat dan berkah.
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS: Asy-Syuura [41] : 28).

Keberkahan lain dari hujan merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa'. Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078). Jika begitu banyak keberkahanNya saat hujan turun, sudahkah aku berdoa sebayak tetesNya yang jatuh ???? ( November hujan; banyak doa yok..)


Minggu, 08 November 2015

Jutaan Kubik tetesNya jatuh,...


Tulisan diposting kala jutaan kubik tetesNya jatuh tanpa mengeluh.28 Oktober, Hal yang paling dirindukan 3 bulan ini; Hujan. Bencana kabut asap di pulau Sumatera dan Kalimantan tidak hanya mengantarkan banyak pasien ke puskesmas dan rumah sakit , namun juga sekolah tiap satuan pendidikan yang diliburkan. Kalender akademik yang sudah didesain awal semester ganjil berubah . Tiap malam, guru berjaga menunggu konfirmasi  dari Diknas dan UPTD terkait ISPU untuk kemudian diforward ke wali murid. Sungguh, 3 bulan lamanya menghirup udara berbahaya ( ISPU  fluktruatif tiap harinya di atas 300), berbagai upaya baik oleh komunitas, lembaga swasta dan pemerintah menggelar istisqo di lapangan-lapangan besar dan ratusan ribu masker dibagikan tiap harinya.

kabut tebal yang menyelimuti Kota Jambi selama 3 bulan lebih

udara kotor yang setiap hari terhirup= 10 batang rokok

Istisqo  SA Al Fath Jambi 2 hari sebelum hujan turun
28 Oktober, aku ingat sekali. Riuh gemuruh tetesNya jatuh tanpa mengeluh.Menemui rinduku dan seluruh penduduk di Kota ini. Kupeluk tetes pertamanya, tak peduli zat beracun  berbahaya masuk ke partikel darah. Aku senang dan bersyukur. Dalam dekapan hujan , kubisikkan doa moga hujan ini bermanfaat bagi manusia, hewan dan tanaman di bumiNya. Tak kuhirau, jutaan kubik tetes yang jatuh itu buat kepala sakit dan mata perih. Sungguh aku tak takut.  Allahumma shoyyiban naafi'aa. RahmatMu ya Robb menemui kami di akhir Oktober.



Minggu, 25 Oktober 2015

Kubelajar tak sebutkan nama...


Kubelajar tak sebutkan nama……
Senja kian beranjak menyambut malam. Semburat jingga di barat memberi tanda kepada makhluk bernyawa untuk segera memenuhi panggilan Rabbnya. Dengan tergesa-gesa anak-anak kecil berebut shaf terdepan shalat berjama’ah  agar cap bilah tak membekas di betis. karena tak sedikit yang hanya datang ke masjid namun tak shalat. Masa  yang selalu terkenang  saat pulang sekolah berlarian seperti mengejar angin, tak berapa lama harus ke madrasah siang jika tak ingin bapak bertanya dengan jelitan matanya yang mengintimidasi. Berenang di sungai, mencari kayu bakar di hutan, rebutan rumpun pakis saat akhir pekan menjadi rutinitasku di usia SD. Duhai waktu, andai kau bisa kembali… J
Lain lagi saat SMP yang tak jauh dari rumahku. Aku menyukai dunia organisasi;  OSIS, Pramuka dan Drum Band mengisi masa remajaku . Aku berhasil melewati masa pubertas dengan baik. Saat kelas 3 SMP kuputuskan menganggunkan diri dengan berjilbab. Meskipun prosesnya tak sebentar; kakakku sering memberi tausyiah pajangnya sejak aku SD untuk munutup aurat. Sarannya bisa  diterima akal sehat saat usiaku  15 tahun. MAN Sarolangun jadi sekolah lanjutan pilihan setelah banyak pertimbangan. Seperti saat SMP, aku  masih disibukkan dengan kegiatan sekolah. Organisasi seperti dunia baruku.  Tumbuhku bersamanya memberikan kontribusi besar dalam hidup. Sahabat, rival, visi, dan impian masa depan kurangkai mereka dalam diary episode usiaku. CINTA? Entah, aku saja lupa apakah aku merasakan getar jatuh cinta pertama kali atau tidak. Bohong jika tak seorang pun yang menarik perhatian, namun kujaga hati ini untuk ia yang tak pernah kuketahui. Tarbiyah menyentuhku dengan aturan islam yang kaffah. Aktifitas kampus yang padat ditengah kuliah di jurusan tadris. Konsep tarbiyah mengajarkan aku dewasa bersikap, lebih soal hati. Bukan tak ada yang singgah, namun kutahu labuhan ini bukan saat yang tepat. Semangat belajar yang menggebu, kuliah dan rapat yang padat melenakanku untuk fokus dengan tujuan. 
4 tahun setelah wisuda. 26  tahun usiaku, hampir 27. Aku bukan Maryam, wanita suci di bumi Al Quds. Perempuan akhir zaman  yang sedang berjuang di tengah godaan syaithan. Yakin akan janjiNya jauh sebelum kaki ini mampu berjalan bahwa tiap insan diciptakan berpasangan. Aku malu padaNya,saat hati ini tergesa meminta. Bukankah DIA Dzat yang menepati janji? Kubelajar tak sebutkan nama, karena kuyakin akan JanjiNya, siapapun ia, lelaki manapun ia berasal, pilihanNya adalah yang terbaik. Bisa  jadi aku tak menyukai sesuatu namun Allah sungguh menyukainya.
Jadi teringat kata bang Tere “Setiap orang memiliki perjalanan perasaan yang khas. Ada yang berliku2, ada yang lurus, ada yang menanjak, ada yang turun. Tidak bisa disamakan satu sama lain. Dan setiap perjalanan perasaan itu tentu saja spesial. Yang sama adalah: aturan2 yang mengikatnya; norma2 masyarakat yang mengaturnya; dan tentu saja kaidah2 agama yang menjadi tuntunannya. Sama. Jangan dilanggar, jangan ditabrak. Maka kisah perasaan kita akan selalu istimewa untuk dikenang atau diceritakan”.( ditulis Saat Kotaku dilanda bencana Asap)

Kamis, 10 September 2015

Negeri di Atas Awan

Jum'at berkah...

Pagi selalu datang dengan ke-optimisnya. Ia menyapa dalam sunyi setiap jiwa yang menyambutnya dengan syukur. Menyapanya dengan dzikir pagi dilanjutkan dengan tilawah. Jalan raya sudah ramai dilalui kendaraan yang lalu lalang karena tuannya diburu waktu absen kantor, warung-warung sarapan pagi tak luput pun dari keramaian bagi mereka yang mengisi energi untuk menjalani hari. Begitulah pagi, ia selalu memberi semangat bagi siapa pun yang ada di bumi.

Baru saja kubuka whatsapp pemberitahuan dari kepala sekolah bahwa guru hari diliburkan karena kabut asap yang semakin pekat, 2 pekan terakhir siswa diliburkan, bandara lumpuh  total, belum lagi rumah sakit yang ramai oleh penderita ISPA.Tahun ini, bencana kabut yang terparah selama yag kuketahui. Setiap tahun memang selalu ada, namun kali ini paling lama. Matahari seperti rembulan di siang hari, merah dan kecil. Robbirfighlana,.........

Semua merindukan hujan,....
Negeri di atas awan... begitulah kumenyebutnya. Karena yang tampak tak lagi langit yang biru  tapi putih, membuat mata perih, batuk dan udaranya berbau asap. Seperti di negeri awan, namun tak ber-peri awan.



Sabtu, 05 September 2015

Kelak

                               


kelak....
semua luka akan melukis pelangi setelah hujan reda
kelak....
ada waktunya tertawa, meskipun saat ini sulit untuk kenangan itu pergi
kelak,....
akan teringat bahwa kaki ini pernah terinjak duri dan menahan perih
kelak, ....
akan tahu tak semua duka itu membekas ,
terkadang hanya terselip dalam manisnya senyuman
kelak, yang tersimpan hanya kumpulan episode yang begitu kita nikmati membacanya
dibawah pohon sambil menikmati sepoinya angin bersama orang terkasih

kelak,..
ada saatnya gemetar tangan kokoh itu mencatut sendiri duri yang pernah menancap
kelak, ada waktunya saat kita merasakan Sang Pemilik Kehidupan
menjawab semua asa yang pernah tertulis dalam diary mimpi bahkan
juga lintas pikiran
kelak, ada waktunya...
ini tentang sabar, tidak  tergesa dan tetap tenang hingga bingkisanNya datang
dan aku pun akan menyambutnya dan degupan rasa yang tak dapat dimaknakan.

week end awal September 2015



Selasa, 30 Juni 2015

Singgahan


Rabu, 01 Juli  2015

Tak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. 1 menit kemudian pun tak bisa diintip . Meyakininya bagian dari keimanan kita pada sang khalik. Pun pula dengan siapa saja yang hadir dalam hidup. Mereka datang silih berganti, menyimpan tiap episode dari drama kehidupan dunia.

Sebagai perempuan tak ayal yang hadir pun lelaki . Tak dapat dielak karena pasti akan bersinggungan dengan makhluk ini. Entah tempat kerja, teman kuliah, teman organisasi dll. Kucoba teguh pendirian kala yang datang membawa doyong angin hati membuatku ingin terbang. Kadang goyah kurasakan saat pujian membawaku ke awan. Kadang kunikmati tiap bait percakapan diskusi panjang, kadang ku dengar rayuan gombal yang tak beralasan. Sungguh, muak aku rasakan, ingin muntah kala logikaku jernih bekerja. Datang dengan menggantung harap, tapi tak bertanggung jawab. Sugguh amat kutunggu persinggahan hati dalam realita. Saat canda bernilai ibadah, tiap ucap adalah pertanggung jawaban atas cinta dan iman bukan gombal tak bertuan. Aku akan bertahan, karena yang kupilih jalan yang disyariatkan. Ku yakin akan janjiNya jauh sebelum aku bisa berjalan bahwa tiap manusia akan hidup berpasangan. Kusimpan persinggahan hati ini kepada ia yang telah dijanjikan, Hingga tiba saatnya, atas nama cinta dan keimanan, kutahtakan engkau nanti tempatku berbakti.

Senin, 29 Juni 2015

Anak Kunci Jodoh

Selasa, 7 April 2015

      Kali ini edisi cerita pindahan kos baru. Sejak kuliah sampai sekarang,budaya perantau menghuni kos-kos an. Pindah kos dilakoni sudah 4 kali sejak kuliah dulu. Terlama 3 tahun saat di wisma Rafa. Selebihnya, berpindah-pindah bergantung jarak rumah dengan tempat kerja.
      Pekan ini aku harus pindah, karena teman se rumahku dapat dinas di pulau Jawa;kampungnya.Dengan  banyak pertimbangan, akhirnya kuputuskan tingal bersama ibu temanku. Ia seorang diri, karena ke tiga anaknya sudah berkeeluarga dan  memiliki rumah. Pindah kali ini cukup menyita energiku, karena jadwal ngajar yang padat, sehingga angkut barang baru bisa dilakukan setelah beberapa hari aku pindah. Masalahnya belum usai sampai di sini. Selanjutnya, aku cukup dibuat pusing dengan banyaknya daun  pintu rumah nenek (red ibu kos ). Bayangkan tiap pintu dengan kunci atas bawah, beberapa berlapis dengan pintu terali, 1 pintu dengan 4 kunci /gembok. Aku harus bersiap lebih pagi dari biasanya ke sekolah karena urusan buka dan tutup kembali pintu, garasi, gerbang garasi dan pagar. Tentu daun-daun pintu tersebut tak dapat dibuka tutup tanpa anak kunci yang benar, Subhanallah, aku bersyukur karena kemampuan mengingat yg cukup baik.
      Anak kunci dan gembok adalah 2 elemen yang berbeda namun tujuannya sama, menutup pintu dengan rapi untuk keamanan. Rumah yang terkunci dengan gembok hanya dapat dibuka dengan anak kunci yang benar. Jika jodoh adalah daun pintu hati yang terkunci, maka pembukanya adalah anak kunci yang tepat. Anak kuncinya tak dijual di seluruh toko di mana pun. Yang dapat membukanya pun sang pemilik hati, bukan tukang kunci ;-).

Minggu, 07 September 2014

epilog mujahid....

Angin malam bertiup lembut
bersama kedinginan 
menyapu wajah wajah mujahid
demi perjuangan
 
tidak mereka lalaikan Allah
walau sebentar jua
menjadi muqorobin adalah cita
melalui mujahadah

Angin malam bertiup lembut
kini hangat pula
bersama sama darah mujahid 
syuhada fii sabilillah
apalah dunia pada mereka dibandingkan syurga
bersama kekasih Allah Muhammad
utusan akhir zaman

wahai mujahid Allah
tenangkan hatimu
wahai mujahid Allah
teguhkan cintamu
wahai mujahid Allah
bukankah Allah telah berjanji 
syurga firdaus milikmu

#kumpulan nasyid

Minggu, 13 April 2014

Jika berlari menjadi salah satu cara menggapai mimpi, takkan kubiarkan kaki ini lama berhenti..... 3bu Netti Heryawan kalimat motivasi dari sang Murobbiyah Bu Netti Heryawan ini begitu masuk ke relung jiwa.
mengaliri sampai ke aliran darah dan nafas. Jika hidup ini hanya sekali, biarkan aku berlelah2 mengejar mimpi. Teringat saat lagi karokean lagu sherina " aku bahagia".

 Kita bermain-mainSiang-siang hari seninTertawa satu sama lainSemua bahagia semua bahagia
Kita berangan-anganMerangkai masa depanDi bawah kerindangan dahanSemua bahagia semua bahagia
Matahari seakan tersenyumWalau makan susahWalau hidup susahWalau ‘tuk senyumpun susahRasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
Kita berlari-lariBersama mengejar mimpiTak ada kata ‘tuk berhentiSemua bahagia semua bahagia
Matahari seakan tersenyum

Minggu, 06 April 2014

Seperempat Abad....

Assalamu'alaikum

Ya Allah, izinkanlah kami menjadi insan yang 'luar biasa' pada pandangan -Mu, hingga tiada mengharap pandangan selain dari diri-Mu,aamiin."

Seperti Ibunda Siti Khodijah yang bijaksana, Ibunda Maryam yang suci, Ibunda Asiyah yang teguh di jalan-Mu, juga Ibunda Siti Hajar yang besar kesabarannya, "subhanallah.."

Merangkak usia
seperempat abad tahun, semoga Allah mudahkan perjalanan hidup ini hingga bersemayam dengan damai di alam kubur dan menjumpai wajah indah 'kekasih' ku ...Mengisi lembar kehidupan yg baru dg terus memperbaharui niat, memperbaiki diri, menajamkan semangat dan senantiasa membersihkan hati dari mataa'ul ghurur (kenikmatan yang memperdaya), takaatsur (saling berlomba memperbanyak harta benda), tafaakhur (saling membanggakan kemuliaan), ziinah (perhiasan), lahwun (senda gurau yang sia-sia), la'ibun (permainan)...

Dan, setelah itu istiqomahkanlah aku di jalan-Mu....

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)