Laman

Jumat, 05 Juli 2019

C H A N G E S

Sunrise Bumi Berhala

                                                         Sunset view
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar, Kami berlindung kepada tuhannya manusia, Raja manusia dan sesembahannya manusia.  Dalam pergantian waktu, seluruh kerajaan langit dan bumi itu dirajai oleh Nya, tiada sekutu bagi Nya. Di atas  fitrah Islam dan agama Nabi kami, Muhammad SAW, ajaran Bapak kami, Ibrahim As.

Perbedaan antar tempat dan luasNya bumi yang Allah ciptakan menjadi sebab orang melakukan Safar . Kali ini berkesempatan mengunjungi sebuah pulau di  Kepri yang cukup jauh dari  kota.  4 jam perjalanan darat  dan 3 jam dengan moda laut.  Kami memilih moda pompong sebagai transport air menuju lokasi. Awalnya speedboat untuk memotong durasi perjalanan. Jumlah orang yang maju mundur syannntiiik akhirnya diputuskan pompong  transport terbaik.

Lagi kami belajar saat safar. Mengatur jadwal melaut tentu tak seperti kita mengatur jadwal pergi sekolah agar tidak terkena macet. Kami harus menunggu waktu yang tepat saat pasang naik agar perahu dapat berlayar. Dan lihatlah, rencana awal melihat matahari terbenam di pantai, kami menikmatinya di atas pompong tepat di tengah laut biru. Bagi pengguna  kendaraan ini, tentu tak spesial rasanya. Dari kami ber-15 orang, 3 jam berlayar dengan kapal terbuka pengalaman pertama.  Ditambah dengan view sunset yang Masya Allah rasanya. Begitu kecilnya terasa dari penciptaan semesta. Dzikir sore yang kami lafazdkan sore itu, rasanya begitu masuk ke hati. Mata boleh takjub, namun hati sebenarnya basah. Di atas pompong  berlayar terombang ambing di laut, terlihat jelas kebesaran Mu. Batas kami hanya mata memandang, dibalik laut itu BumiMu masih ada. Bagaimana jika ini adalah akhir, bagaimana klo tak lagi melihat daratan, dan kami terdampar tak bisa pulang. Hanya bisa pasrah, di tengah ombak yang ditebas, golden hour yang kunikmati dan jiwa yang begitu rapuh. Dalam lirih rintih, Ini waktu yang mustajab untuk berdoa.
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal".

#tadabbur#tafakur








Sabtu, 20 Agustus 2016

Pada senja kuceritakan

Hari ini, biarkan hati bercerita kepada senja, bahwa alamat setiap rasa adalah kebahagiaan dan kesedihan. Tak peduli sesederhana apapun itu, tak peduli serumit apapun itu. Walaupun kesedihan mencuri waktu lebih lama dari pada kebahagiaan. Tak heran jika banyak manusia yang ternggelam dalam kesedihannya. Padahal , kebahagian atau kesedihan itu hanyalah selintas rasa yang sekian waktu akan segera berubah menjadi kenangan. Adakalanya kenangan pahit yang menyengsarakan lebih bernilai daripada kenangan manis yang membahagiakan.
Maka, jika boleh menunjuk, sebenar-benarnya rasa adalah rasa yang dirasakan  pada masa setelah mati. Disanalah sebenar-benarnya kebahagiaan dirasakan dan sebenar-benarnya kesedihan ditemukan. Tak lagi selintas, tak lagi selintas dengan begitu cepat. Bahkan ada yang tak merasakan kebahagiaan secuilpun atau kesedihan barang setetes. Benar-benar sejati.

Di senja kali ini, biarkan langit yang membawa kabar, bahwa awalan selalu disempurnakan dengan sebuah akhiran. Dan tentu saja ada jeda yang menjembataninya. Idealnya ketiga hal  dijalankan dengan penuh kebaikan. Jika tidak, pastikan  berakhir dengan kebaikan. Sebagaimana hidup manusia harus disempurnakan dengan kematian. Tak salah jika keutamaan hidup adalah memastikan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Karenanya, kita tidak boleh berlama-lama dalam keburukan dan kemaksiatan.


Di penantian tenggelamnya matahari ini, biarkan rumput menari diriak aliran sungai, bergoyang didesau angin tepi sungai belakang rumahku, menangis diinjaki kaki atau menghilang perlahan ditelan kerbau-kerbau gembalaan. Tak usah didiamkan, dia akan mati dengan sendiriya. Selayaknya hidup dan kehidupan, tak usah khawatir dengan segala ujian. Tak perlu takut dengan cobaan yang beragam rupa. Kecil atau besar, yang hidup pasti akan mati bukan. Terima saja. Jalani saja dengan sebijak mungkin, dan beri makna dalam tiap episodnya. Agar bisa meninggalkan kemanfaatan. Agar bisa berjejak dalam ketiadaan. Jelang senyap  gelap ini, mari dengarkan harmoni kehidupan dengan syahdu. Setiap orang punya irama masing-masing, kadang sama, tak jarang berbeda. #ujungnya tak nampak namun akhirnya ada #catatan menata hati

Sabtu, 30 Juli 2016

Super Provokatif...

Motivasi itu seperti mandi
Bila ingin selalu termotivasi maka rajinlah mandi (heheh..)

Terkenang pesan singkat senior kuliah sewaktu di kampus dulu. Entah di mana letak hubungannya. Aku sendiri menyukai redaksinya karena sangat provokatif. Ia seperti bara yang membuat amal terasa hidup dan menyala. Motivasi dan optimis; rasanya 2 hal ini memiliki sebab akibat. Keduanya berbanding lurus. Seperti halnya usaha= hasil. Hmmmm, kembali teringat pesan singkat sang guru kehidupan dalam majelis pekanan...

tetaplah kokoh meski tak mudah
tetaplah tersenyum meski tak indah
teruslah berharap meski fakta nampak payah
tetaplah  tenang meski alam semakin goyah
dan ...
tetaplah semangat karena tak akan pernah ada yang bisa memastikan hidup ini tanpa masalah.
berharap dan bergantunglah kepada Allah Azza wajalla karena Dia tak kan pernah buat
hatimu kecewa dan terluka.

#energi yang harus selalu ada bernama semangat
#optimis itu harusnya tidak boleh terkikis walau selapis

Jumat, 06 Mei 2016

Perjalanan...

Banyak hujjah dan kisah mengenai perjalanan. Kita menikmatinya dalam banyak sebutan dan sebab. Ada yang karena menuntut ilmu, mencari rizki, mendampingi suami/istri, tugas kantor atau karena liburan bahkan mungkin pelarian (kabur). Bukan karena alasannya, tapi bagaimana kita mengambil hikmah setiap jengkal dari kilometer yang kita lewati sebagai pelajaran. Tentang kebesaran Allah, sejarah, energi silaturahim, keberkahan usia, teknologi, visi dan obsesi. tidaklah sama antara orang-orang yang berdiam diri di negerinya dengan orang-orang yang membagi usianya dengan mengunjungi banyak tempat. #catatan mengunjungi Geopark-Merangin

Jumat, 25 Maret 2016

Menyapa Maret...

huahhhhhh.... lama nggak buka blog. Alhamdulillah, akun baru pulih, setelah beberapa bulan "sakit". Tidak terasa saja, Maret 2016 sebentar lagi berakhir. Genap sudah seperempat tahun terlewati. Banyak peristiwa yang sudah terjadi dalam kurun waktu itu. Mengawalinya dengan perjalanan ke Sumbar di akhir tahun kemarin, cukuplah sebagai awalan langkah-langkah panjang  ke depan. Perjalanan ini akan jauh, namun kudu aku tempuh. Melist resolusi-resolui 2016 yang harus tercapai dan evaluasi target-target tahun lalu yang belum terealisasi. huhaaaaam,.... rasanya amat banyak nikmat yang kudustakan. Allah begitu baik pada hambanya, hingga detik aku menulis postingan ini. Alhamdlillah ya Allah, apreseasi Engkau terhadap makhluknya dengan memberi kami nikmat tak berbatas, sepatutnya kesyukuran itu kami baktikan kepadaMu.

Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru....

Sepenggal kisah  dari musyrif Jambi; Ustadz H. Raden Suryadi. Terlepas kevalidannya, amat menarik disimak. Sudahkah menjadi guru yang benar; sadar pintar dan mengajar dengan sabar atau belum. 

Seorang guru bahasa arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah . Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester ini . Ia memulai pembelajaran dikelas itu , ketika ia bertanya pada seorang murid laki2 yang duduk di bangku depan , ia bingung karena tiba2 suasana kelas menjadi riuh ... murid2 lain tertawa tanpa sebab . Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar , ia faham betul , pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh2 anak2 dikelas itu pada diri anak laki2 yang ditanya olehnya tadi .Setelah diselidiki ternyata anak laki2 itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelas itu ... teman2 nya begitu meremehkan nya sehingga sering mengolok2 dan mentertawakannya .Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman2 nya pulang , ia berkata sambil memberikan secarik kertas : " hafalkan baik2 bait2 syair yang ada di kertas ini ... harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman2 mu ... siapapun !" . Murid itu mengangguk patuh .
Seminggu kemudian , guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis .. menerangkannya dan membacakannya berulang2 , setelah itu ia berkata ; " nah sekarang siapa yang hafal bait2 syair ini ?? " tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis ... tak seorang muridpun mengangkat tangan ... kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman2 nya itu , perlahan malu2 ia berdiri dan menghafalkan bait2 syair itu ... hafalan yang lancar sekali ... teman2 nya yang biasa mengolok2 dan mentertawakan,semua terkejut dan terdiam ... Guru itu memujinya dan menyuruh teman2 nya untuk bertepuk tangan menghormatinya ...
Demikianlah .... berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan2 kepada simurid bodoh itu ... tertawaan dan cemoohan teman2nya kini berubah menjadi kekaguman padanya . Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu . Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh ... ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman2 sekelasnya .. perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh2 belajar di semua mata pelajaran .
Ketika ujian akhir tiba ... murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran ... dengan nilai yang sangat memuaskan ... si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya. Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya ... sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa2 nya ....

Saudaraku ... manusia yang mempergauli kita ada 2 jenisnya ...
yang 1 jenis manusia yang membuka jalan kebaikan menutup jalan keburukan ...manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme , menolong , melapangkan dst dst ....
Yang ke 2 jenis manusia yang membuka jalan keburukan menutup jalan kebaikan ... manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita2 dari kita ... ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui ... pesimisme ... putus asa ... dst dst ....
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya ....nafa'ani wa iyyakum ....Selamat hari guru

Selasa, 24 November 2015

Pelik...


Udara dingin menusuk terasa hingga  ke sum tulang. Sejak akhir Oktober,  Jambi terus diguyur hujan setiap harinya. Alhamdulillah, udara makin segar, langit biru dan aktifitas KBM Sekolah Alam kembali lancar setelah 3 bulan lebih diselimuti kabut asap. Samar  terdengar derit pintu kamar sebelah  dibuka, berikutnya  suara listrik dihidupkan. “Oh, Nenek terbangun untuk buang air “ gumamku. Kulirik jam di HP jadulku, 03.40  WIB. Segera aku bangkit, meskipun  kantuk masih menggantung. Ku ambil air minum dari  atas rak yang sudah kusiapkan sebelum tertidur semalam. Sadarku kembali, kulangkahkan kaki untuk membersihkan diri dan ingin mengadu  kepada pemilik kehidupan. 

Takbirku  disambut hening malam. Mengadu  yang Maha Sudi mendengarkan, meminta kepada yang Maha Memberi, menyerahkan  kelemahan diri kepada yang Maha Kuat dan mengiba kepada  yang Maha selalu Empati. Bapak, Mamak, Kakang, ayuk dan adikku. Moga Allah limpahkan kebaikan selalu bersama mereka. Sebagai, madrasah pertamaku; keluarga  adalah rumah tempatku akan kembali. Susah dan senang, mereka selalu ada menemani. Guru-guru kehidupan yang selalu menginspirasi, menempa diri untuk selalu kuat dan tegar  dalam banyak kondisi.  Siswa-siswa SA Al Fath yang membuatku selalu terus belajar tiada henti, jadikan mereka generasi qur’ani ya Robb, generasi pemimpin negeri yang taat dan bijak kelak nantinya. Jadikan kesabaran seluas samudra kehidupan-Mu , hingga kelak persaksian mereka, kuraih RidhoMu. Kuserahkan masa depanku atas kehendakMu. Kuintip pun tak mampu, karenanya aku percaya bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik.Kuatkan hati ini untuk terus berdiri di depan kelas, membuka jendela cakrawala kehidupanMu bersama anak-anak. Jadikan aku pemenang dari setiap perlombaan yang Engkau bentangkan. Seberat apapun amanah ini, aku tahu Engkau akan selalu menguatkan. Sesungguhnya doa-doa kami Engkau genggam, dan akan melepaskannya satu persatu. Dengan semangat merah tintaku, kutorehkan cita-cita ini, kiranya Engkau kabulkan satu persatu. aamiinn